Innamal mu'minuuna ikhwah, Sesungguhnya setiap Muslim adalah bersaudara.Persaudaan seorang Muslim dengan muslim lainnya ibarat bagian tubuh.
Apabila ada satu tubuh yang sakit maka semua akan merasakan sakit.
Persaudaan ini di satukan oleh Iman. Ibarat tubuh yang di satukan oleh
hati.
Setelah beberapa bulan yang lalu kita di suguhi berita yang datang dari Muslim rohingnya di myanmar yang sangat memilukan,Sebuah pembantaian yang sangat mengerikan, Kini kita di Uji lagi Oleh Allah SWT dengan berita yang datang dari Negeri Palestina.
Inilah Keistimewaan Palestina Menurut Islam
| Tanah Palestina memiliki status yang cukup istimewa dalam persepsi
Islam, status yang membuatnya menjadi pusat perhatian kaum muslimin dan menjadi
tambatan hati mereka. Tempat dimana saat ini terus bergolak oleh agresi militer
Yahudi Israel Laknatullah. Nah sobat Muro’i El-Barezy, kira-kira seberanya apa
sih kestimewaan dari Negara Palestina menurut Islam?
Berikut beberapa point yang menjadikan Palestina memiliki status istimewa dalam Islam.
Berikut beberapa point yang menjadikan Palestina memiliki status istimewa dalam Islam.
1. Di Palestina ada Masjid al Aqsha
al Mubarak.
Masjid al Aqsha merupakan qiblat
pertama kaum muslimin dalam shalat mereka. Selain itu, al Aqsha dianggap
sebagai masjid ketiga baik status maupun kedudukanya setelah masjidil Haram dan
masjid Nabawi. Disunnahkan untuk pergi dan mengunjunginya, shalat di dalamnya
dilipatgandakan sampai 500 kali shalat di masjid lain. Dari Abu Hurairah
radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak
boleh memaksakan perjalanan kecuali pergi ke tiga masjid: al Masjidil Haram,
masjid saya ini (masjid Nabawi – petj.) dan al Masjidil Aqsha.” Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat di Masjidil Haram sebanding
dengan 100 ribu kali shalat, dan shalat di masjid saya sebanding dengan 1000
kali shalat, dan shalat di Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha) sebanding dengan 500
kali shalat.”
2. Palestina adalah tanah yang
diberkati Allah subhanahu wa ta’ala.
Hal ini sesuai dengan apa yang
ditegaskan dalam al Quran al Karim,
سُبْحَانَ
الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى
الْمَسْجِدِ اْلأَقْصَا الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَآ
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: “Maha Suci Allah, yang
telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke
Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan
kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha
Mendengar lagi Maha Melihat.”
Allah berfirman,
وَنَجَّيْنَاهُ
وَلُوطًا إِلَى اْلأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ
“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan
Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.”
3. Palestina adalah tanah suci.
Ini berdasarkan nash al Quran, di
mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman lewat lisan Nabi Musa ‘alaihis salam,
يَاقَوْمِ
ادْخُلُوا اْلأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَلاَ
تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ
Artinya: “Hai kaumku, masuklah ke
tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu
lari kebelakang (karena kamu takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang
yang merugi.”
Az Zajjaj berkata, yang dimaksud
dengan ardhul muqaddasah adalah tanah suci (at thahirah). Konon dinamakan
muqaddasah karena bersih dari kesyirikan dan dijadikan tempa tinggal bagi para
nabi dan orang-orang beriman.
4. Palestina adalah tanah para nabi dan tempat diutusnya mereka.
Di antara para nabi dan rasul yang
pernah hidup di Palestina, seperti disebutkan dalam al Quran al Karim, adalah
Ibrahim dan Ismail, Ishak, Ya’qub, Yusuf dan Luth, Dawud, Sulaiman, Shaleh,
Yakariya, Yahya dan Isa ‘alaihimus salam. Dan Rasulullah Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam juga pernah mengunjunginya. Juga telah tinggal di Palestina
nabi-nabi Bani Israel; kaum yang memang banyak dihiasi oleh nabi-nabi, setiap
kali nabi wafat Allah utus nabi baru. Dan di antara nabi mereka yang tersebut
di dalam hadits shahih adalah Nabi Yusha’ ‘alaihis salam. Oleh karena itu, mana
kala kaum muslimun membaca al Quran al Karim mereka merasakan adanya ikatan
yang agung antara diri mereka dengan tanah suci Palestina ini, karena
pertarungan antara yang hak dan yang bathil terpusat di tanah ini. Karena
mereka juga meyakini bahwa mereka adalah pengusung warisan para nabi dan yang
mengangkat panji-panji mereka.
5. Palestina adalah tempat isra’nya
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Allah subhanahu wa ta’ala telah
memilih Palestina sebagai tempat isra’nya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Dari sini pula Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bermi’raj ke langit. Dengan peristiwa ini Allah memuliakan
dan mengagungkan Masjidil Aqsha dan tanah Palestina, dengan menjadikan Baitul
Maqdis sebagai pintu menuju langit. Di Masjidil Aqsha Allah kumpulkan para nabi
bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat berjama’ah
yang diimami oleh beliau. Semua itu adalah bukti-bukti kelangsungan risalah
tauhid yang dibawa oleh para nabi, juga berpindahnya imamah, kepemimpinan dan
tanggungjawab risalah (misi) kepada umat Islam.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu
‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Saya diberi
Buraq kemudian saya tunggangi hingga sampai di Baitul Maqdis terus saya ikat
dengan rantai yang biasa digunakan para nabi untuk mengikat. Kemudia saya masuk
masjid dan shalat dua rakaat. Selanjutnya saya dibawa mi’raj menuju langit.”
6. Para Malaikat mengepakkan
sayapnya di atas tanah Palestina.
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Duhai, beruntungnya negeri Syam. Duhai, beruntungnya negeri Syam.” Kemudian para shahabat bertanya, kenapa bisa begitu wahai Rasulullah? Beliau bersabda, “Mereka para malaikat Allah mengepakkan sayapnya di atas negeri Syam.” Dan Palestina adalah bagian dari negeri Syam.
Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Duhai, beruntungnya negeri Syam. Duhai, beruntungnya negeri Syam.” Kemudian para shahabat bertanya, kenapa bisa begitu wahai Rasulullah? Beliau bersabda, “Mereka para malaikat Allah mengepakkan sayapnya di atas negeri Syam.” Dan Palestina adalah bagian dari negeri Syam.
7. Palestina adalah tanah Mahsyar
dan Mansyar (tempat dikumpulkan dan disebarkan) manusia.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan
sanad dari Maimunah binti Sa’d radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Wahai Nabi
Allah, fatwakan kepada kami mengenai Baitul Maqdis. Beliau bersabada, “Tanah
Mahsyar dan Mansyar.”
8. Palestina adalah rumah negeri
Islam saat terjadi cobaan dan fitnah begitu dahsyat.
Dari Salamah bin Nufail berkata,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rumah negeri Islam adalah
di Syam.” Dan dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Saya melihat tiang-tiang al Kitab (al Quran)
tercerabut dari bawah bantalku. Maka saya lihat ketika tiba-tiba ada cahaya
yang berkilauan menyangga menuju Syam, ketahuilah iman itu ada di Syam ketika
terjadi fitnah.”
9. Orang yang tinggal di Palestina
dinilai layaknya mujahid dan murabith (penjaga keamanan dari serangan musuh) di
jalan Allah.
Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu
berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Penduduk
Syam beserta istri-istri, keluarga, hamba sahaya mereka baik yang laki-laki
mapun perempuan, sampai ujung pulau adalah para murabith di jalan Allah. Maka
barang siapa menduduki salah satu kota dari kota-kotanya maka dia sedang
murabith, dan barang siapa menduduki satu benteng kota maka dia dalam jihad.”
10. Banyak hadits yang saling
menjelaskan dan menguatkan bahwa thaifah manshurah (kelompok yang mendapat
pertolongan) yang konsisten dalam kebenaran (al haq) ada di Syam, khususnya di
Baitul Maqdis dan sekitarnya.
Diriwayatkan dari Abu Umamah, secara
marfu’ kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Akan
tetap ada sekelompok umatku berada dalam kebenaran, tak terkalahkan oleh
musuh-musuhnya sampai datangnya putusan Allah sedang mereka tetap demikian.”
Kemudian ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai
Rasulullah, dimanakah mereka?” Beliau bersabda, “Baitul Maqdis dan daerah
sekitarnya.”
Demikian beberapa keistimewaan tanah
palestina. Saudaraku, siapa yang masih peduli dengan tempat yang istimewa
ini? Mari kita doakan saudara-sadara kita disana, semoga terbebas dari
kungkungan zionis yahudi Israel laknatullah. Semoga bermanfaat..[ sumber ]
Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.